Sabtu, 29 September 2012

si lebai malang

Assalamu'alaikum wr.wb.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup bagi saya pada hari ini, masih bisa pula saya bercengkrama dengan ibu saya, belajar dan terus menempa diri untuk dapat membahagiakannya semampu saya.

si lebai malang adalah sebuah hikayat melayu, ceritanya ada pada buku pelajaran arab melayu saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. yang menarik dari kisah ini adalah sial yang menimpa seorang ulama yang serakah. begini ceritanya..

pak lebai tinggal pada satu kampung yang terletak di tepian sungai, tepat ditengah antara hulu dan hilir. seperti biasa, salah satu tugas seorang ulama di desa adalah memimpin do'a selamat apabila ada warga yang mengadakan acara syukuran, atau acara-acara lain yang berhubungan dengan keagamaan.

pada suatu hari, datanglah utusan dari warga kampung yang terletak di hilir sungai untuk mengundang pak lebai pada acara syukuran yang akan dilaksanakan pada waktu pagi keesokan harinya. lalu pak lebai bertanya, "potong apa disana?". seperti biasa.. setiap ada acara syukuran besar pastilah selalu ada hewan sembelihan sebagai sedekah orang yang memiliki hajatan. "potong kambing pak lebai", jawab utusan tadi.

berselang beberapa saat setelah utusan kampung hilir pulang, datang pula seorang lelaki dari kampung yang di hulu untuk mengundang pak lebai dalam acara syukuran di kampungnya yang akan dilaksanakan pada waktu siang kesokan harinya. kembali dengan pertanyaan yang sama pak lebai bertanya, "potong apa disana?", "potong kerbau pak lebai" jawab sang utusan. lalu utusan itupun segera kembali kekampungnya.

keesokan harinya, pagi-pagi sekali berangkatlah pak lebai dengan perahu tuanya menuju kampung hilir, dikayuhnya dengan semangat demi memenuhi undangan yang pertama kali sampai padanya. setelah jauh perahu berlabuh, hampir tibalah pak lebai ke kampung hilir yang sedang ditujunya itu.

mendadak syetan pun mulai mempengaruhi fikirannya, membisikkan suatu pemikiran yang menguntungkan, diberhentinkannya sejenak kayuh perahunya, "kampung hilir potong kambing, kampung hulu potong kerbau", hatinya membatin. sedang hatinya sedang asyik menimbang-nimbang antara untung yang akan didapat, syetan pun mulai membantu membulatkan tekadnya, "lebih baik engkau ke hulu saja pak lebai, di sana orang kampung potong kerbau, lagi pula acaranya agak tangah hari, kalau engkau kayuh lagi perahumu ke hulu pastilah sampai sebelum tengah hari", bisik syetan dalam hatinya.

tanpa pikir panjang, diputarnya arah perahu tersebut menuju ke hulu, dibatalkannya saja undangan kampung hilir yang telah di depan mata. dikayuhnya dengan semangat menuju kampung hulu. oleh karena arus sungai mengalir dari hulu ke hilir, maka semakin beratlah perahu itu di kayuhnya, namun tetap ia semangat dengan sisa-sisa tenaga pada tubuh rentanya.

matahari sebebtar lagi sudah hampir di atas kepala, namun setengah perjalanpun belum juga ia tempuh, keringat sudah becucuran, bekal untuk sekedar menambah tenaga di perjalanpun sudah tinggal sebagian saja. ia mulai ragu dengan keputusannya, namun diyakinkannya lagi dalam hati bahwa ia akan tiba tepat pada waktunya di kampung hulu.

setelah pecucuran peluh, akhirnya tiba juga pak lebai di kampung hulu, saat matahari sudah hampir tebenam di ufuk barat. ditambatkannya perahu di tepi sungai, sejenak matanya dilayangkan jauh memandang  pada tempat dimana acara dilaksanakan, namun sepertinya hanya tinggal bekas-bekas keramaian, ternyata acara telah selesai.

dengan wajah murung dan sedih hati pulanglah pek lebai sambil mengutuk dirinya sendiri, kambing di hilir tak didapat, kerbau dihulupun tinggal impian.

itulah sepenggal kisah si lebai malang yang masih tersimpan di memori otak saya, saya juga prnah mengalami kejadian yang hampir serupa dengan kisah tersebut, namun bukan karena serakah saya jadi malang, melainkan karena pilihan masa depan yang lebih baik.

karena saya tidak mau terus menerus bernasib malang, maka saya ubahlah hikayat hidup saya dengan judul "al-anshori si lebay mujur". semoga Allah azza wajalla selalu menganugrahi kemujuran pada saya..
Aaamiiin....


Tidak ada komentar: